Annivetsary Ke-7 Paguyuban Tirto Turonggo Mudho Menyedot Ratusan Pengunjung Yang Datang - WARTA HANDAYANI

WARTA HANDAYANI

AKURAT-MENGINSPIRASI-BERBUDAYA

Iklan

Silahkan Pasang Iklan Disini

Senin, 17 Februari 2020

Annivetsary Ke-7 Paguyuban Tirto Turonggo Mudho Menyedot Ratusan Pengunjung Yang Datang


NGAWEN (Wartahandayani.com)_Dalam rangka Ulang Tahun Kesenian Reog dan Jathil Tirto Turonggo Mudho yang ke-7 .Minggu pagi 16/02/2020 digelar acara pertunjukan seni Reog dan Jathil di Padukuhan Tapansari,Desa Watusigar,Kecamatan Ngawen

Pagelaran Seni Reog dan Jathil menampilkan beberapa babak dari berbagai paguyuban mulai dari Rampak Buto Gedruk (amung roso gedrug) ,Rampak Singo Barong (Rogo Anom Sadewo Original),Rampak Singo Barong ( Putro Mustiko Singo Barong Yogyakarta),Babak Jaranan Anak,Rampak Buto Gedrug (Suro Manggolo Gedrug),Babak Ladies Montal Mantul,Babak Putra Kreasi



Berdiri sejak Tahun 1990 kesenian reog jaranan terus dipertahankan hingga di tahun 2012 mulai ada perubahan dari gerak tarinya ,dan dengan adanya perubahan gerak tari sekaligus berdirinya Paguyuban Kesenian Jathilan Tirto Turonggo Mudho yang dibina oleh Bapak Rismanto yang membawa misi untuk tetap menjaga dan melestarikan kesenian jathilan.

Disela-sela acara Haryanto Ketua Paguyuban mengatakan kepada Wartahandayani.com bahwa acara ini bisa terselenggara berkat kerjasama dengan karangtaruna dan para sponsor,dan warga masyarakat tentunya,hari ini Tanggal 16 Februari 2020 tepat Paguyuban Kesenian Jathilan Tirto Turonggo Mudho berumur 7 tahun

Hut Kesenian Tirto Turonggo Mudho Yang ke-7
https://www.instagram.com/p/B8o1iOknj6W/?igshid=1fgnrhe1bnkxg



"Alhamdulillah rasa syukur yang tak terkira selama ini kesenian ini masih terjaga dan selalu dilestarikan " terang Haryanto

Semoga kedepanya kesenian Reog dan Jathil ini akan tetap bisa menjadi kesenian yang menjadi kebanggan buat masyarakat khususnya di tanah jawa.Lestarikan Kesenian Jathilan dan Reog sama saja kita menghormati para nenek moyang yang dahuli kala menciptakan kesenian ini,kita sebagai penerusnya harus tetap menjaga apa yang sudah ditinggalkan sampai anak turun kita"imbuhnya

Harapan saya generasi muda kedepanya tetap mempertahankan kesenian ini,harapan kami saat ini majunya kesenian Reog dan Jathil tergantung pada penerus "kata dia

Jamin selaku sesepuh yang memimpin acara Reog dan Jathil sudah mempersiakan berbagai perlengkapan dan ubo rampe yang menandakan acara sudah dimulai untuk pementasan para pemain Reog dan Jathil, dengan kepercayaan masing-masing berdoa yang dipimpin sesepuh paguyuban berharap disaat acara berlangsung tidak akan ada suatu halangan apapun " pungkas (Galang)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Pages