Duduk Bersama Ki Gunarto Gunotalijendro SH (Duta Dalang Eropa dan Jepang) Memperingati Hari Wayang Sedunia - Warta Handayani

Duduk Bersama Ki Gunarto Gunotalijendro SH (Duta Dalang Eropa dan Jepang) Memperingati Hari Wayang Sedunia

Share This
WONOSARI (WH) .Kamis 07/11/2019 Hari ini menjadi moment yang sudah mendunia karena 7 November 2019 adalah momen Hari Wayang Sedunia dimana pada  tanggal 7 November 2003 ,Lembaga yang membawahi Kebudayaan dari PBB (UNESCO) telah menetapkannya sebaga Hari Wayang Sedunia

Wayang adalah seni pertunjukan asli indonesia yang berkembang pesat khususnya di pulau Jawa,pertunjukan Wayang juga populer dibeberapa daerah seperti Sumatera ,wayang sendiri sudah menjadi sebuah warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur

Sebenarnya pertunjukan boneka tidak hanya ada di indonesia karena banyak negara lain yang memiliki pertunjukan boneka.Namun pertunjukan Wayang di indonesia memiliki gaya tutur dan keunikan tersendiri ,yang merupakan mahakarya asli dari indonesia .Untuk itu UNESCO memasukanya ke dalam daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia pada tahun 2003

Ditemui dirumahnya jln.Kh Agus Salim no. 116 Jumat pagi 08/11/2019 Ki Gunarto Gunotalijendro SH (Duta Dalang Eropa dan Jepang ) menuturkan kepada Wartahandayani.Com bahwa seni pertunjukan wayang dibawa masuk ke indonesia oleh pedagang india.Namun kegeniusan lokal dan kebudayaan yang ada sebelum masuknya Hindu menyatu dengan perkembangan seni pertunjukan yang masuk memberi warna tersendiri pada seni pertunjukan di indonesia


Pertunjukan wayang dengan cerita Ramayana dan Mahabarata ,menjadi media efektif penyebaran agama Hindu masuk ke indonesia dan menyesuaikan kebudayaan yang sudah ada "terang pria yang mendapatkan julukan dalang salto ping seket"(Ki Gunarto Gunotalijendro SH)

Demikian juga saat masuknya islam ketika pertunjukan yang menampilkan "Tuhan" atau "Dewa" dalam wujud manusai dilarang,munculah boneka wayang yang terbuat dari kulit sapi dimana saat pertunjukan yang ditonton hanyalah bayangan saja.Untuk menyebarkan islam berkembang juga wayang Sadatyang memperkenalkan nilai -nilai islam di indonesia

Wayang itu tulen dari Jawa asli ,pakeliran itu artinya pasangan antara bayang -bayang dan barang aslinya.Seperti dua kalimat syahadat .Adapum Tuhan masyirik wal maghrib wetan kawiwitan dan kulon atau kulo atau saya yang ada didalam.Carilah tuhan yang kawiwitan pertama dan yang ada di dalam hati manusia."pungkas (Galang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here