Sarasehan Budaya Dalam Rangka Paceklik Culture Festival - Warta Handayani

Sarasehan Budaya Dalam Rangka Paceklik Culture Festival

Share This

PANGGANG (WH) ,Jumat malam (04/10/2019) Sarasehan "Paceklik Culture Festival" yang diadakan oleh Sanggar Sekar Nyentrik padukuhan Mendak Desa Girisekar Kecamatan Panggang, acara yang dimulai dari jam 19:00 wib sampai 23:30 wib serasa mengelitik dan menarik melalui perbincangan oleh pakar-pakar Budaya Setempat dan Tamu dari Jogjakarta.

Budaya jawa sebagian budaya masyarakat DIY yang harus dilestarikan dan dikembangkan .Berbagai upaya perlu dilakukan untuk menjaga kelestarian budaya jawa,utamanya menyadaran warga masyarakat Gunungkidul untuk tetap diuri-uri dan ngurip-urip budaya jawa.Oleh karena itu mulai saat ini warga masyarakat Yogjakarta, Gunungkidul sendiri khususnya harus bangkit menggalakan penggunaan budaya jawa.Ajakan dari Kepala Dinas Balai Pelestarian Budaya yang diwakili oleh Ernawati pada pidato pembukaan Sarasehan "Paceklik Culture Festival".

Sarasehan yang dilaksanakan oleh Sanggar Sekar Nyentrik bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Menghadirkan pembicara ,yaitu CB Supriyatna (Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul) dan Dr.Gregorius Budi Subanar ,S.J (Budayawan indonesia sekaligus Direktur Pasca Sarjana Universitas Sanata Dharma) dan beberapa tokoh budaya setempat .

"Erna "menyampaikan bahwa budaya jawa perlu dilestarikan dan dijaga menginggat budaya sendiri simbol mempersatu bangsa yang harus mulai dikenalkan dari dini sama kalangan-kalangan remaja sekalikus penanaman Etika dan tradisi yang mencermikan kerjasama dan interaksi yang indah .Namun ,upaya itu pasti ada hambatan yang mestinya dijadikan tantangan ,yaitu kemajuan teknologi yang tidak seimbang dengan mempertahankan karakter ,komunikasi yang kurang harmonis keinginan yang memperoleh hasil  serba cepat dan lingkungan yang tidak mendukung .oleh karena itu ,pembiasaan penggunaan budaya jawa dilingkungan masyarakat mulai dini harus segera dilakukan.

Saat ini generasi generasi muda kurang mencintai bahasa dan budaya jawa karena banyaknya budaya asing yang masuk ke lingkungan kita .oleh karena itu pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama mencari upaya setra sarana agar dan budaya jawa dicintai oleh generasi muda"terang CB Supriyatna.

Dalam acara sarasehan ini tercipta suasana diskusi yang hangat dan santai sampai ahir acara,peserta yang terdiri atas para tokoh budaya dan masyarakat setempat dan pemerhati budaya jawa masih antusias untuk berdiskusi.Hal itu menujukan bahwa sarasehan seperti ini memang mereka butuhkan "pungkasnya.(Neli)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here