Majelis Mujahadah Adem Ayem Nuruzh Zholam Bersama Ratusan Warga Dusun Suru, Kemadang Gelar Pengajian 10 Suro - Warta Handayani

Majelis Mujahadah Adem Ayem Nuruzh Zholam Bersama Ratusan Warga Dusun Suru, Kemadang Gelar Pengajian 10 Suro

Share This
 TANJUNGSARI,(WH)- Selasa (10/09/2019) Kalender Islam telah memasuki bulan  Muharram, dengan ditandai tahun baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriyah yang jatuh bertepatan pada 1 September 2019 . Selasa malam ratusan warga Dusun Suru, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari berkumpul di Pondok Lansia Aji Sepuh untuk mengikuti pengajian syura (SURO).

Ustad Khori Muslim dari Jombang pada selasa malam berkesempatan mengisi pengajian tersebut, isi pengajian pun tak menyimpang dari inti arti pengajian 10 suro dimana setiap kaum muslim di bulan suro (muharam) disunahkan berpuasa yang jatuh pada tanggal 9 dan 10 Syura (SURO) Di mana bulan Muharram, terdapat beberapa peristiwa penting, pertama hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram yang diyakini hari kebebasan Musa dari kejaran Fira’un, dan kita disunahkan berpuasa pada tanggal itu.Yang kedua adalah peristiwa gugurnya Husein bin Ali, cucu Rasulullah di tanah Karbala.

Tepat dibulan ini pada hari Asyura adalah hari orang-orang Quraisy berpuasa di masa Jahiliyah, Rasulullah juga ikut mengerjakannya. Setelah Nabi berhijrah ke Madinah beliau terus mengerjakan puasa itu dan memerintahkan para sahabat agar berpuasa juga. Setelah diwajibkan puasa dalam bulan Ramadhan,

“Barangsiapa yang menghendaki berpuasa Asyura puasalah dan siapa yang tidak suka boleh meninggalkannya."

Maka bagi kaum muslim dianjurkan (disunnahkan) berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh sekaligus; karena Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berpuasa pada hari kesepuluh dan berniat (berkeinginan) berpuasa juga pada hari kesembilan.Dengan demikian, kita melakukan puasa Asyura dengan menambah satu hari sebelumnya yaitu hari Tasu’a, atau tanggal 9 di bulan Muharram.

''Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu''

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.

Maka dari itu mari bagi kaum umat islam kita harus selalu mengenang kisah perjalanan nabi banyak makna dalam kehidupan kita sehari-hari dan saling menjaga kerukunan tidak hanya yang sefaham akan tetapi kita hidup di alam ini kita berbaur dengan berbagai ragam dan budaya,kita harus menjaga keharmonisan antar umat beragama dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa terang Ustad khori.

Adapun warga desa kemadang yang yang beragama islam pada malam 10 suro ini mengadakan pengajian rutin dalam bulan suro sudah berjalan 5 tahun belakangan dan melaksanakan dua Puasa sunnah di bulan Muarram yang penting untuk dilaksanakan, yakni Puasa Tasua yang dilakukan pada 9 Muharram dan jatuh pada Senin (9/9/2019) serta puasa Asyura yang dapat dilakukan pada tanggal 10 Muharram dan jatuh pada Selasa (10/9/2019).(Neli)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here