Gerit-Gerit Lancung dan Goco Permainan Tradisional Asal Semin - Warta Handayani

Gerit-Gerit Lancung dan Goco Permainan Tradisional Asal Semin

Share This

SEMIN (WH)- Sabtu (24/08/2019) bertempat di Paguyuban Sekar Cempaka Mulya, Kedondong, Sedono, Pundungsari, Semin Kabupaten Gunungkidul.
 
Nur Ahmad Rudin Ketua Panitia Gegoco Festival menjelaskan bahwa selaku Team 2 Field Program Finalis Dimas Diajeng Gunungkidul 2019 bermaksud mengadakan Gegoco Festival — “Gerit-Gerit Lancung dan Goco” dengan tema “Darmaning Satriya Sengguh Tan Mingkuh Mahanani Ngrembakaning Pariwisata”. 

Kahono Ketua Paguyuban menceritakan bahwa Kesenian Gerit-Gerit Lancung dan Goco awalnya merupakan bentuk sindirian seorang istri yang ditinggal bermain judi suaminya hingga lupa waktu dan menguras harta benda. Sedangkan Goco merupakan dolanan yang dimainkan sebagai wujud syukur kepada Tuhan karena telah sembuh dari suatu penyakit. 

"Dolanan tradisional tersebut dulunya sering dimainkan oleh orang tua dan anak-anak pada saat malam bulan purnama. Cara bermain dolanan tersebut adalah beberapa orang membentuk lingkaran kecil, lalu 1 orang di tengah berperan sebagai bandar judi, diikuti menyanyikan tembang Gerit-Gerit Lancung. Bandar judi memutar gaco (taruhan) kepada para pemain. Setelah lagu selesai, para pemarin harus menebak siapa yang membawa taruhan paling banyak." imbuh Kahono. 

Rizka Nugraheni Sekretaris Gegoco Festival  sedikit memberikan gambaran mengenai acara Gegoco Festival merupakan singkatan dari Gerit-Gerit Lancung dan Goco. Permainan tradisional yag hanya berkembang di Semin, Gunungkidul. 

"Tujuan penyelenggaraan acara ini untuk mengenalkan, mempromosikan, dan melestarikan destinasi wisata berbasis budaya di Kecamatan Semin, sekaligus program pemberdayaan masyarakat Desa Pundungsari agar dapat mandiri dalam mengelola daerahnya sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat." imbuh Rizka.

"Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Semin shg pastinya juga berdampak pada industri pariwisata di sekitarnya. Mengingat Semin merupakan pintu gerbang wisatawan dari Solo, Klaten, Sukoharjo dan Wonogiri, Jawa Tengah menuju Kabupaten Gunungkidul."pungkasnya. (Hari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here