Gejok Lesung Kesenian Gunungkidul Yang Harus Dipertahankan - Warta Handayani

Gejok Lesung Kesenian Gunungkidul Yang Harus Dipertahankan

Share This
Ibu ibu memainkan Gejok Lesung dalam rangka penyambutan tamu di Wisata Klayar

NGLIPAR, (WH) - Kesenian tradisional gejog lesung ini adalah perpaduan irama musik dengan lesung (alu). Pada jaman dulu seni tradisional ini dimainkan setelah penduduk desa setempat menumbuk padi, atau disaat gerhana bulan , tapi seiring perkembangan jaman kesenian ini hanya dimainkan pada saat acara – acara tertentu saja seperti Bersih desa, upacara adat atau penyambutan tamu yang berkunjung ke desa.

Dimaninkan oleh ibu ibu secara berkelompok yang berjumlah 12 orang , 5-6 menjadi penabun dan lainya menjadi wiraswara , sambil bernyanyi dan berlenggak lenggok sambil menari dan membawa tambir (tempat nasi yang berbentuk bulat )biasanya lagu – lagu yang dibawakan adalah lagu – lagu tradisional.

Semakin hari Kesenian Gejok Lesung semakin memudar di gerus oleh alat musik modern tapi tidak di daerah Dusun Klayar Desa Kedungpoh Kecamatan Nglipar, di dusun ini kesenian yang identik dengan ibuk ibuk ini masih tetap dilestarikan dan diharapkan kedepan generasi muda mulai mau dan tanpa ada paksaan ikut melestarikan kesenian satu ini.

Ibu ibu memainkan Gejok Lesung dalam rangka penyambutan tamu di Wisata Klayar


Tedjo Dukuh Klayar berharap kesenian yang sudah turun temurun ini jangan sampai hilang dan ditelan zaman , semoga kedepan tetap lestari dan mampu berdampingan dengan kesenian modern lainnya. Minggu (17/3).

"Jangan hanya dilestarikan keseniannya akan tetapi juga orang orang yang memainkannya karena generasi muda harus ikut andil dalam pelestarian ini."pungkasnya.(Hari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here