Pemkal Kepek Panen Perdana Bawang Merah


Wonosari, (Wartahandayani.com)_Pemerintah Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, melaksanakan panen bawang merah perdana di Padukuhan Kepek II, Kamis (27/8/2026) pagi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program ketahanan pangan yang dikembangkan Pemerintah Kalurahan Kepek.

Panen perdana tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, bersama jajaran Pemerintah Kalurahan Kepek dan masyarakat setempat.

Lurah Kepek, Bambang Setiyawan, mengatakan program penanaman bawang merah tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan di Kalurahan Kepek. Program tersebut didanai melalui 20 persen anggaran Dana Desa dan kemudian dilanjutkan dengan dukungan Dana Keistimewaan (Danais) Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Dalam rangka membuat ketahanan pangan Kalurahan Kepek, penanaman bawang merah ini didanai dari 20 persen anggaran Dana Desa, kemudian dilanjutkan dengan Dana Keistimewaan Yogyakarta,” kata Bambang.

Menurutnya, penanaman bawang merah tidak berhenti pada panen perdana tersebut. Pemerintah Kalurahan Kepek telah menyiapkan lokasi lain untuk pengembangan tanaman bawang merah dengan varietas Tajuk.

Untuk tahap awal, bawang merah ditanam pada lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi. Sementara pada penanaman berikutnya, pihak kalurahan telah menyiapkan lahan dengan luas sekitar 2.000 meter persegi.

“Untuk yang pertama ini, kita punya lahan seluas 1.000 meter. Namun untuk penanaman berikutnya, kita punya lahan 2.000 meter untuk ditanami bawang merah,” jelasnya.

Bambang berharap program tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ketahanan pangan, tetapi juga mampu meningkatkan pemberdayaan petani dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang ada di wilayah Kalurahan Kepek.

Selain itu, pengembangan bawang merah diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa melalui sektor ketahanan pangan.

“Harapannya program ini bisa memaksimalkan pemberdayaan petani, pemanfaatan lahan secara maksimal, serta menambah pendapatan asli desa dari sektor ketahanan pangan, khususnya bawang merah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, mengapresiasi langkah Pemerintah Kalurahan Kepek dalam mengembangkan program ketahanan pangan melalui budidaya bawang merah.

Menurutnya, program ketahanan pangan merupakan salah satu program pemerintah pusat yang kemudian dilaksanakan oleh daerah dengan menyesuaikan potensi dan produk unggulan masing-masing wilayah.

“Kami sangat mengapresiasi program ketahanan pangan yang dilakukan Pemerintah Kalurahan Kepek. Program ketahanan pangan ini merupakan program dari pusat yang dilaksanakan di setiap daerah dengan produk yang berbeda-beda,” kata Joko.

Ia berharap hasil panen bawang merah tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Kalurahan Kepek. Pengembangan komoditas tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu sumber tambahan pendapatan bagi warga.

Joko juga mendorong kalurahan lain di Gunungkidul untuk mengembangkan program ketahanan pangan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

“Harapannya panen bawang merah ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat Kalurahan Kepek,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai program ketahanan pangan yang dikembangkan di tingkat kalurahan pada akhirnya diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Gunungkidul, baik dari sisi ekonomi maupun ketersediaan pangan.

“Harapannya daerah lain juga menerapkan program ketahanan pangan, dengan tujuan memakmurkan masyarakat Kabupaten Gunungkidul, baik dari segi ekonomi maupun dari segi pangan,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar