Kepala UPT Damkar Kabupaten Gunungkidul, Handoko, mengatakan kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah di sekitar kandang.
"Pemilik kandang membakar sampah sisa pakan ternak, kemudian ditinggal masuk ke dalam rumah. Api diduga merembet ke tumpukan ban bekas hingga membakar sebagian atap kandang," ujar Handoko.
Kandang yang terbakar diketahui milik Giyanto (70), seorang petani warga Padukuhan Kepuh RT 03/RW 18, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu.
Beruntung, kobaran api segera diketahui warga sekitar yang kemudian bergotong royong melakukan pemadaman sebelum api membesar dan menghanguskan seluruh bangunan kandang.
"Api berhasil dipadamkan oleh warga sehingga tidak sempat meluas," jelas Handoko.
Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp1 juta. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Laporan kebakaran diterima UPT Damkar Gunungkidul dari Chrisqutanto pada Jumat siang. Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu III UPT Damkar Gunungkidul diterjunkan untuk melakukan penanganan dan pendataan di lokasi kejadian.
Handoko mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan api tanpa pengawasan saat melakukan pembakaran sampah, terutama pada musim kemarau. Kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah merambat ke material yang mudah terbakar dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar.


0 Komentar