Deklarasi tersebut dilakukan oleh sejumlah anggota PSI yang berasal dari 10 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul. Mereka mengaku memilih bergabung dengan NasDem karena merasa kecewa dan terzalimi oleh kepengurusan PSI Gunungkidul.
Salah satu anggota PSI, R. Sukisno, mengatakan dirinya bersama sejumlah rekannya memutuskan untuk bergabung ke NasDem lantaran merasa tidak mendapatkan perlakuan yang adil selama berada di PSI.
"Kami bersama teman-teman dari 10 Kapanewon di Kabupaten Gunungkidul yang telah resmi ber-KTA PSI menyatakan sikap masuk Partai NasDem. Alasannya ialah, kami merasa dikhianati oleh pengurus PSI yang notabene merupakan anak-anak muda semua," jelasnya.
Sukisno mengungkapkan, kekecewaan tersebut salah satunya berkaitan dengan pernyataan salah satu pengurus PSI yang menurutnya tidak pantas dan merugikan dirinya bersama rekan-rekannya.
Ia juga mengklaim telah ikut berperan dalam meloloskan PSI masuk dalam daftar peserta Pemilu di Gunungkidul selama dua periode. Bahkan, dirinya mengaku pernah dipercaya sebagai koordinator kecamatan (Korcam), namun kemudian diminta turun menjadi koordinator dusun (Kordus).
"Dua periode kami meloloskan Partai PSI untuk masuk ke daftar Pemilu Gunungkidul. Kami juga yang merupakan Korcam malah disuruh turun pangkat sebagai Kordus. Ini yang menurut kami tidak adil," ujarnya.
Setelah memutuskan keluar dari PSI, Sukisno menyebut NasDem sebagai rumah yang baik bagi dirinya dan rekan-rekannya. Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Ketua DPD NasDem Gunungkidul, Suharno.
"Kami mendengar kabar jika Suharno akan mencalonkan diri sebagai Bupati Gunungkidul pada Pilkada mendatang. Saya yakin, Suharno akan menang," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Gunungkidul, Suharno, menyatakan pihaknya menerima para anggota PSI yang mendeklarasikan diri bergabung dengan NasDem.
Sebagai bentuk penerimaan, Suharno memberikan seragam Partai NasDem kepada para anggota yang hadir dalam deklarasi tersebut.
"Semua partai politik itu baik. Saya tidak melarang mereka merapat ke kami (Partai NasDem). Namun apabila masih ber-KTA partai lain, saya harap untuk segera dikembalikan," tegas Suharno.
Suharno menambahkan, pihaknya terbuka terhadap masyarakat yang ingin bergabung dengan Partai NasDem. Namun, proses perpindahan keanggotaan diharapkan dilakukan secara tertib dengan menyelesaikan status keanggotaan di partai sebelumnya terlebih dahulu.


0 Komentar