Jumat (31/7/2026), harapan itu akhirnya datang. Melalui kolaborasi Komunitas Sedulur Sosial, Sedekah Jariah Air, dan AMAL SHOLEH, sebuah sumur bor resmi diserahkan kepada masyarakat. Fasilitas tersebut kini menjadi sumber kehidupan baru bagi sedikitnya 150 kepala keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan air.
Pimpinan Sedekah Jariah Air, Ari Wibowo, mengatakan bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan sumur, tetapi upaya menghadirkan harapan bagi warga yang selama bertahun-tahun hidup dalam kesulitan.
"Kami melihat sendiri bagaimana beratnya perjuangan warga mendapatkan air bersih. Setiap musim kemarau mereka harus membeli air dengan biaya yang tidak sedikit. Semoga sumur bor ini menjadi solusi jangka panjang, dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, dan mampu meringankan beban mereka. Kami berharap tidak ada lagi keluarga yang kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Ari Wibowo.
Kepala Dusun Pudak, Ani Kurnianingsih, mengaku bantuan tersebut menjadi kebahagiaan yang telah lama dinantikan warganya. Menurutnya, selama musim kemarau banyak keluarga yang harus mengatur penggunaan air dengan sangat hemat karena tingginya biaya membeli air bersih.
"Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu warga kami. Bantuan ini bukan hanya menghadirkan sumur bor, tetapi juga menghadirkan harapan. Selama ini warga selalu dihantui kekhawatiran saat kemarau datang karena harus memikirkan bagaimana mendapatkan air bersih. Kini beban itu mulai terangkat. Semoga kebaikan para donatur menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya," tutur Ani.
Bagi warga Padukuhan Pudak, air yang kini mengalir dari sumur bor bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air itu menjadi simbol berakhirnya perjuangan panjang melawan kekeringan dan mahalnya harga air bersih yang selama bertahun-tahun membebani kehidupan mereka.


0 Komentar