Melihat kondisi itu, Kapolsek Purwosari Iptu Sagimin memilih bergerak. Ia mengajak seluruh anggotanya menyisihkan sebagian rezeki setiap Jumat untuk membeli air bersih yang kemudian disalurkan kepada masyarakat.
"Kami tidak ingin warga menghadapi kesulitan ini sendirian. Air bersih adalah kebutuhan dasar, sehingga kami berinisiatif menggalang kepedulian dari seluruh anggota untuk membantu masyarakat yang terdampak kemarau," tegas Iptu Sagimin saat menyerahkan bantuan di Padukuhan Temon, Kalurahan Giripurwo, Kamis (30/7/2026).
Ia menegaskan, distribusi bantuan tidak berhenti di Temon. Polsek Purwosari telah menyiapkan puluhan tangki air bersih yang akan disalurkan secara bertahap ke padukuhan lain yang telah masuk dalam jadwal distribusi.
"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga. Meski jumlahnya terbatas, kami akan berupaya menjangkau sebanyak mungkin masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Temon, Puji Ihtiyarno, mengatakan kemarau tahun ini menjadi salah satu yang paling berat dirasakan warga. Menurutnya, banyak keluarga terpaksa mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah hanya untuk membeli air bersih.
"Bantuan ini sangat berarti bagi warga. Setiap tangki yang datang harus dibagi rata, sehingga setiap kepala keluarga hanya memperoleh sekitar empat sampai lima jeriken. Itu pun hanya cukup untuk kebutuhan memasak, sedangkan untuk mandi dan keperluan lainnya warga harus benar-benar berhemat," kata Puji.
Ia berharap musim kemarau segera berakhir agar krisis air bersih yang membebani masyarakat tidak berlangsung lebih lama.


0 Komentar