Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Gunungkidul, Handoko, mengatakan peristiwa itu terjadi usai para siswa mengikuti kegiatan korve di sekolah. Saat jam istirahat, sejumlah anak bermain petak umpet di lingkungan sekolah.
"Korban berusaha bersembunyi di celah antara tembok pagar dan tembok musala. Namun saat masuk, kepalanya justru terjepit dan tidak bisa dikeluarkan sendiri," ujar Handoko.
Korban diketahui bernama DTP (8), warga Kepuh RT 01/RW 18, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu.
Berdasarkan laporan BPBD Gunungkidul, celah di antara tembok pagar dan tembok musala hanya memiliki lebar sekitar 15 sentimeter. Kondisi tersebut membuat kepala korban terjebak hingga memicu kepanikan di lingkungan sekolah.
Warga bersama pihak sekolah segera melakukan upaya penyelamatan. Berkat penanganan yang cepat, korban akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat tanpa mengalami cedera serius.
BPBD Gunungkidul memastikan proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala. Kejadian ini menjadi pengingat agar area bermain di lingkungan sekolah diawasi dan titik-titik yang berpotensi membahayakan anak segera diamankan.


0 Komentar