Festival Kethoprak Gunungkidul 2026 Resmi Dibuka, Angkat Sejarah Mataram dan Lestarikan Budaya Jawa


PLAYEN,(Wartahandayani.com)_Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) resmi membuka Festival Kethoprak Tingkat Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026 di Auditorium Taman Budaya Gunungkidul (TBG), Senin (6/7/2026) malam. 

Pembukaan festival dihadiri Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pelaku dan pemerhati seni budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agung Danarto, mengatakan festival tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian seni kethoprak agar tetap hidup dan diminati masyarakat, terutama generasi muda. 

enurut Agung, Festival Kethoprak berlangsung mulai 6 hingga 14 Juli 2026. Namun, rangkaian kegiatan akan dijeda pada 10 Juli karena adanya agenda khusus di Gunungkidul, termasuk rencana pemecahan rekor MURI.

"Tahun ini Festival Kethoprak mengusung tema sejarah Mataram Pasca Perjanjian Giyanti. Cerita yang dipentaskan mengangkat perjalanan sejarah sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I hingga Sri Sultan Hamengkubuwono II, termasuk kisah Babat Alas Pring," ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian nilai-nilai budaya.

Festival Kethoprak tahun ini diikuti oleh kontingen dari 18 kapanewon se-Kabupaten Gunungkidul. Pada malam pembukaan, tiga kapanewon tampil sebagai peserta pertama dalam kompetisi yang akan berlangsung selama sepekan.

Penampilan para peserta akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas praktisi dan akademisi seni, yakni Anom Sutrisno, Oki Suryaniwati, Indra Tranggono, serta Alvian Anggorukti.

Selain memperebutkan predikat Juara Umum atau Pinunjul 1 hingga Pinunjul 5, panitia juga memberikan penghargaan bagi kategori individu terbaik, meliputi sutradara, penulis naskah, penata gending, pemeran utama putra dan putri, pemeran pembantu, hingga penata busana dan rias.

"Melalui festival ini, diharapkan potensi dan bakat seniman lokal, terutama kaum muda, dapat terus terasah sehingga seni kethoprak tidak akan hilang ditelan zaman," katanya.

Posting Komentar

0 Komentar