Transaksi Digital di Pantai Gunungkidul Mulai Lancar, Dispar Sebut Kendala Terus Menurun


Gunungkidul,(Wartahandayani.com)--Penerapan sistem pembayaran non tunai di kawasan wisata pantai Kabupaten Gunungkidul masih ditemukan sejumlah kendala kecil di lapangan. Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menilai hambatan tersebut tidak terlalu signifikan dan kondisi di lapangan masih dapat dikendalikan dengan baik oleh petugas.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono mengatakan hingga pukul 14.00 WIB Kamis 14/05, jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan wisata pantai di Gunungkidul tercatat telah melampaui angka 4.000 lebih pengunjung.

Menurut Antonius, dari ribuan wisatawan tersebut masih terdapat sebagian kecil pengunjung yang belum memahami sepenuhnya bahwa sistem pembayaran tiket masuk kini diberlakukan secara non tunai. Namun demikian, petugas di lapangan dinilai cukup sigap dalam memberikan arahan maupun pendampingan kepada wisatawan yang mengalami kendala saat melakukan transaksi.

“Memang masih ada beberapa wisatawan yang belum mengetahui kalau sekarang pembayaran sudah non tunai. Tetapi jumlahnya kecil dan langsung dibantu oleh petugas di lokasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data sementara yang diterima pihaknya, terdapat sekitar 115 wisatawan yang sempat mengalami kendala saat melakukan pembayaran digital. Kendala yang ditemukan mayoritas disebabkan wisatawan belum terbiasa menggunakan metode pembayaran non tunai, belum memiliki aplikasi pembayaran digital, hingga persoalan jaringan internet di beberapa titik lokasi wisata.

Meski begitu, kondisi tersebut dinilai jauh lebih baik dibanding masa awal uji coba penerapan transaksi digital sebelumnya. Antonius menyebut, pada tahap awal uji coba tingkat kendala transaksi sempat mencapai sekitar 20 persen dari total pengunjung. Namun saat ini angka tersebut terus mengalami penurunan signifikan.

“Kalau dibanding masa uji coba dulu, kendala sekarang jauh menurun. Dulu sekitar 20 persen pengunjung masih mengalami kesulitan, sekarang tinggal sekitar 5 persen saja,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menilai penerapan sistem pembayaran non tunai menjadi langkah penting dalam mendukung modernisasi pengelolaan destinasi wisata di Gunungkidul. Selain dinilai lebih praktis dan aman, sistem digital juga dinilai mampu meminimalisir potensi kebocoran pendapatan dan mempercepat proses transaksi di pintu masuk kawasan wisata.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sendiri terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun wisatawan terkait penggunaan pembayaran digital. Sosialisasi dilakukan melalui media sosial, papan informasi di lokasi wisata, hingga edukasi langsung oleh petugas kepada wisatawan yang datang.

Antonius berharap ke depan masyarakat semakin terbiasa menggunakan transaksi digital saat berkunjung ke destinasi wisata di Gunungkidul. Dengan semakin meningkatnya pemahaman wisatawan, diharapkan proses pelayanan di kawasan wisata pantai dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan efisien.

“Kami terus melakukan evaluasi dan sosialisasi agar wisatawan semakin memahami sistem yang diterapkan. Harapannya ke depan transaksi non tunai ini bisa berjalan lebih optimal,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar