Program ini tidak hanya dimaknai sebagai bagian dari ibadah Iduladha, tetapi juga menjadi upaya edukasi masyarakat, penguatan ekonomi peternak lokal, hingga langkah nyata penanggulangan kemiskinan dan penurunan angka stunting melalui pemenuhan protein hewani.
Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, M. Johan Wijayanto, mengatakan total bantuan hewan qurban tahun ini mencapai 51 ekor, terdiri atas 7 ekor lembu dan 44 ekor kambing.
Menurut Johan, pengadaan hewan qurban tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMD, rumah sakit daerah, hingga lembaga zakat.
“Pengadaan ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak, di antaranya APBD Kabupaten Gunungkidul dengan 4 ekor lembu, Bank BPD DIY Wonosari 1 ekor lembu, PT BPR Bank Daerah Gunungkidul (BDG) 1 ekor lembu, PDAM Tirta Handayani 1 ekor lembu, RSUD Wonosari 1 ekor kambing, serta Baznas Kabupaten Gunungkidul 42 ekor kambing,” papar Johan.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa distribusi bantuan tahun ini diprioritaskan bagi wilayah pinggiran dan daerah dengan minim pelaksanaan qurban.
Beberapa lokasi penerima bantuan di antaranya Masjid Al-Amin di Kapanewon Panggang, Masjid Alhuda di Kapanewon Ngawen, hingga wilayah ekstrem seperti Sampang di Kapanewon Gedangsari.
Endah menyebut penyaluran hewan qurban, khususnya lembu, dilakukan secara merata agar tidak terjadi penumpukan bantuan pada satu kapanewon tertentu.
“Harapan kami ini menjadi spirit untuk berbagi dan membangkitkan semangat masyarakat untuk mau berqurban,” ujar Endah.
Untuk memastikan kesehatan dan kualitas hewan qurban, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan menggandeng sekitar 60 mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) guna melakukan pengawasan kesehatan hewan.
Pemantauan dilakukan sejak satu bulan sebelum Hari Raya Iduladha. Selain itu, pemerintah daerah juga telah menggelar pelatihan penyembelihan halal guna memastikan proses pemotongan memenuhi aspek syariah sekaligus menjaga higienitas daging qurban.
Di sisi lain, kondisi pasar ternak di Gunungkidul menjelang Iduladha 2026 dinilai sangat mencukupi. Sebagai salah satu sentra ternak di DIY, Gunungkidul saat ini memiliki stok sekitar 16.000 ekor sapi dan 26.000 ekor kambing.
Bupati Endah mengungkapkan penjualan ternak, khususnya sapi, mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
“Hingga saat ini, tercatat sekitar 4.700 ekor sapi telah terjual keluar wilayah, meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 4.500 ekor,” ungkapnya.
Kenaikan harga kambing menjelang Iduladha juga menjadi kabar baik bagi peternak lokal setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan harga.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, dan Baznas, Pemkab Gunungkidul berharap pelaksanaan Iduladha 2026 tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

0 Komentar