Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini menyasar tiga lokasi, yakni Padukuhan Padangan di Kalurahan Banjarejo, Padukuhan Mrico di Kalurahan Ngestirejo, serta Padukuhan Jrakah di Kalurahan Hargosari.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa semangat gotong royong merupakan nilai utama yang terkandung dalam Pancasila. Menurutnya, gotong royong bukan sekadar kerja bersama, tetapi juga bentuk kebersamaan dalam memperjuangkan kepentingan umum.
“Gotong royong ini penting untuk menumbuhkan rasa handarbeni atau rasa memiliki di masyarakat. Kalau warga ikut membangun, maka mereka juga akan ikut menjaga, misalnya memastikan saluran air tetap bersih dan tidak tersumbat,” ujar Bupati saat berada di Kalurahan Banjarejo.
Ia juga menyoroti pentingnya program ini di tengah adanya kebijakan efisiensi Dana Desa yang berdampak pada berkurangnya anggaran pembangunan di tingkat kalurahan. Melalui gotong royong, diharapkan pembangunan tetap berjalan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Di Kalurahan Ngestirejo, kegiatan difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan. Bersama warga, Bupati turut serta dalam pengecoran jalan sepanjang 101 meter dengan lebar 3 meter di RT 03 Padukuhan Mrico.
Lurah Ngestirejo, Wahyu Suhendri, menyampaikan bahwa program ini sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan aksesibilitas wilayah. Ia mengungkapkan, pembangunan tersebut terlaksana berkat swadaya warga yang menyumbangkan tenaga maupun material seperti pasir dan semen.
“Dengan adanya gotong royong ini, pembangunan tetap bisa berjalan meskipun anggaran desa mengalami penyesuaian,” jelasnya.
Sementara itu, di Kalurahan Hargosari, kegiatan difokuskan pada penanganan persoalan air. Warga Padukuhan Jrakah bersama pemerintah membangun saluran sepanjang 85 meter yang berfungsi sebagai pengarah aliran air guna mencegah genangan saat musim hujan.
Program ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir lokal serta meningkatkan kualitas lingkungan permukiman warga.
Kegiatan gotong royong ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satunya datang dari seniman lokal yang dikenal dengan sebutan Mbah Baut, warga Padukuhan Mrico, yang turut terlibat langsung dalam pembangunan jalan.
Menurutnya, program gotong royong yang digagas pemerintah daerah sangat tepat sasaran karena tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menjaga nilai budaya kebersamaan di tengah masyarakat.
“Selain jalan menjadi lebih baik, kegiatan ini juga melestarikan budaya gotong royong di pedesaan. Terima kasih kepada Ibu Bupati dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul atas perhatian dan dukungannya,” ujarnya.
Di sisi lain, Bupati Endah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan yang berpihak kepada masyarakat. Ia menyebut bahwa peningkatan pendapatan dari sektor pariwisata, termasuk di wilayah Banjarejo, akan dikembalikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur yang lebih luas di masa mendatang.
“Saya berharap pertumbuhan ekonomi dari sektor wisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama melalui perbaikan fasilitas publik di setiap dusun,” pungkasnya.
Melalui kegiatan roadshow ini, pemerintah daerah tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan budaya masyarakat, khususnya dalam menjaga semangat gotong royong sebagai warisan nilai luhur bangsa.


0 Komentar