Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul, Purwono, menjelaskan bahwa peristiwa terjadi dalam waktu hampir bersamaan, dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang.
“Kejadian dipicu cuaca ekstrem sesuai peringatan dini, di mana hujan lebat disertai angin kencang terjadi pada siang hingga sore hari,” jelasnya.
Dari data BPBD, dua kejadian terjadi di Padukuhan Temuireng II, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang. Angin kencang mengakibatkan atap rumah warga rusak, mulai dari asbes yang terlepas hingga genting yang tersapu angin.
Salah satu rumah milik Trisno Swarto mengalami kerusakan pada bagian atap teras setelah asbes sepanjang sekitar tiga meter terlepas. Sementara itu, rumah milik Samiyo mengalami kerusakan akibat ratusan genting tersapu angin.
Kejadian lainnya berlangsung di Padukuhan Gedad, Kalurahan Banyusoco, Kapanewon Playen. Rumah milik Iksanudin mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon jati yang tumbang akibat terpaan angin kencang.
Purwono memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam seluruh kejadian tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai total Rp2 juta.
“Kerugian untuk masing-masing lokasi berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta, dengan kategori kerusakan ringan pada bagian atap rumah,” ungkapnya.
Tim gabungan dari BPBD, pemerintah kalurahan, relawan, serta warga setempat langsung melakukan penanganan dengan asesmen, kerja bakti pembersihan puing, serta distribusi bantuan logistik.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.
“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada, terutama saat terjadi hujan disertai angin kencang, serta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman,” pungkas Purwono.


0 Komentar