Penemuan Motor dan Tas Berisi Senjata Tajam Gegerkan Warga Tileng Girisubo


GIRISUBO (Wartahandayani.com)_Warga Kalurahan Tileng, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul digegerkan dengan penemuan sepeda motor dan tas gendong berisi senjata tajam yang masih berbau anyir darah, pada Senin (26/01/2026) malam. Temuan tersebut berada di kawasan Tebing Watusigar, wilayah Padukuhan Ngasem, Kalurahan Tileng.

Peristiwa ini bermula pada Senin siang sekitar pukul 13.30 WIB. Seorang laki-laki berusia sekitar 30 tahun bernama AS, warga Ponorogo, Jawa Timur, diketahui sempat singgah dan minum teh di sebuah gubuk di kawasan Tebing Watusigar bersama warga setempat bernama Suratno. Dalam perbincangan tersebut, AS sempat meminta nomor telepon Suratno.

Usai berbincang dengan Suratno dan warga lainnya, AS berpamitan menuju ke tepi tebing Watusigar untuk melihat pemandangan laut. Namun, setelah itu AS tidak lagi terlihat.

Tak lama kemudian, Suratno menerima panggilan telepon dari nomor tidak dikenal. Penelepon tersebut diketahui merupakan keluarga AS dari Ponorogo yang sedang mencari keberadaan AS. Mengetahui hal tersebut, warga segera mendatangi lokasi terakhir AS berpamitan, namun yang bersangkutan tidak ditemukan meskipun pencarian dilakukan hingga sore hari.

Warga hanya menemukan sepeda motor matic warna hitam tanpa plat nomor serta sebuah tas gendong di sekitar lokasi. Selanjutnya, sepeda motor dan tas tersebut diamankan dan dibawa ke rumah Dukuh Ngasem.

Setelah berkomunikasi dengan pihak dari Ponorogo, diketahui bahwa AS merupakan buronan Polres Ponorogo terkait kasus pembunuhan terhadap ibu kandungnya yang terjadi pada Sabtu (24/01/2026). 

Pada Minggu pagi (25/01/2026), AS meninggalkan rumahnya di Ponorogo menggunakan sepeda motor dan tas gendong. Sepeda motor yang digunakan diketahui berplat nomor asal Bali, karena sebelumnya AS sempat merantau di Bali.

Pelariannya berlanjut hingga ke wilayah Kalurahan Tileng pada Senin siang. Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas Polres Ponorogo mendatangi rumah Dukuh Ngasem untuk memeriksa barang bukti yang ditemukan warga.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tas gendong tersebut berisi pakaian, jaket, celana, sejumlah perhiasan emas, uang tunai, dua bilah pisau, serta satu gergaji kecil. Senjata tajam tersebut masih tercium bau anyir darah. Seluruh barang bukti kemudian diamankan di Polsek Girisubo.

Berdasarkan unggahan di media sosial Facebook milik AS yang bersangkutan mengaku telah membunuh ibu kandungnya dan menyatakan rencana untuk mengakhiri hidup di laut. Diduga, permintaan nomor telepon kepada Suratno dilakukan sebagai upaya meninggalkan jejak agar keberadaannya dapat diketahui.

Hingga saat ini, keberadaan AS masih belum diketahui, dan belum ditemukan tanda-tanda pasti terkait dugaan bunuh diri yang direncanakannya. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pemantauan lebih lanjut.

Posting Komentar

0 Komentar