Salah satu penerima bantuan RTLH tersebut adalah Susiati, seorang janda yang sehari-hari bekerja di rumah makan untuk menghidupi tiga orang anaknya. Kondisi keluarga Susiati tergolong memprihatinkan, di mana salah satu putrinya telah terbaring di tempat tidur selama lebih dari 20 tahun akibat lahir secara prematur dan tidak mampu melakukan aktivitas maupun berkomunikasi secara verbal.
“Sejak lahir prematur, anak beliau tidak dapat melakukan aktivitas sama sekali maupun berkomunikasi secara verbal,” ungkap Bupati Endah Subekti Kuntariningsih saat meninjau langsung kondisi keluarga tersebut.
Bupati Endah menjelaskan bahwa pembangunan rumah layak huni ini merupakan hasil sinergi cepat antara pemerintah kalurahan, kapanewon, dan Baznas. Laporan awal dari lurah setempat segera ditindaklanjuti oleh Panewu, sehingga Baznas dapat langsung memberikan bantuan.
“Proses pembangunan rumah ini sudah dimulai hari ini dan ditargetkan selesai dalam waktu 15 hari ke depan agar segera bisa digunakan oleh keluarga Ibu Susiati,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Endah juga mengimbau masyarakat untuk lebih proaktif melaporkan keberadaan warga dengan kondisi sosial yang membutuhkan penanganan khusus.
“Saya mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkomunikasi dengan lurah, panewu, Bupati, atau Baznas. Tunjukkan lokasi dan kondisinya agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya peran zakat dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui Baznas, dana zakat dinilai sangat bermanfaat untuk kemaslahatan umat, khususnya dalam memberikan penanganan cepat bagi warga yang memerlukan rumah tinggal yang layak.
Sementara itu, Susiati, penerima bantuan bedah rumah, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia menuturkan bahwa selama ini rumah yang ditempatinya kerap bocor saat hujan dan terasa sangat dingin.
“Senang sekali setelah mendapat bantuan ini. Rumahnya jadi layak untuk ditinggali,” ucap Susiati dengan penuh haru.


0 Komentar