HUT Ke 68 IBI Cabang Gunungkidul "Peduli Mas Ginting" - Warta Handayani

HUT Ke 68 IBI Cabang Gunungkidul "Peduli Mas Ginting"

Share This

WONOSARI,(WH) - Kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke 68 yang digelar di Bangsal Sewakapraja, Wonosari, Minggu (07/07/2019) dihadiri Bupati Hj Badingah SSos, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan, Anak dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Sujoko MSi, Wakil Ketua Pengurus Daerah (PD) IBI DIY Hj Kusminatun AMd Keb SPd MSc, Hj. Budi Astuti S.Tr.Keb.SIP Ketua IBI Cabang Gunungkidul dan  lintas organisasi perempuan. 

Dalam kegiatan ini selam diselenggarakan senam sehat juga diadakan Talk Show "Peduli Mas Ginting " atau kepanjangan dari Perempuan Gunungkidul Bersatu Padu Kendalikan Masalah Kespro, Gizi dan Stunting dengan narasumber Kepala Dinas Kesehatan dr Dewi Irawati.



Bupati Hj Badingah SSos dalam kesempatan ini berharap momentum ini muncul sinergi antar organisasi perempuan mengatasi permasalahan kesehatan ibu hamil maupun bayi.  

Kepala Dinas Kesehatan dr Dewi Irawati mengatakan bahwa mulai tahun depan pemdes wajib mengalokasikan untuk program ini. Nantinya dari puskesmas bisa melakukan koordinasi dengan desa. (07/07).




Mengutip dari Buletin Stunting yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, stunting adalah suatu kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umur. Atau mudahnya, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.


Salah satu cara pertama yang bisa dilakukan untuk anak dengan tinggi badan di bawah normal, yakni dengan memberikannya pola asuh yang tepat. Dalam hal ini meliputi inisiasi menyusui dini (IMD), pemberian ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan, serta pemberian ASI bersama dengan MP-ASI sampai anak berusia 2 tahun.
WHO dan UNICEF menganjurkan agar bayi usia 6-23 bulan untuk mendapatkan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang optimal. Ketentuan pemberian makanan tersebut sebaiknya mengandung minimal 4 atau lebih dari 7 jenis makanan.
Meliputi serealia/umbi-umbian, kacang-kacangan, produk olahan susu, telur atau sumber protein lainnya, sayur dan buah kaya vitamin A atau lainnya. Di sisi lain, perhatikan juga batas ketentuan minimum meal frequency(MMF), untuk bayi usia 6-23 bulan yang diberi dan tidak diberi ASI, dan sudah mendapat MP-ASI, seperti:
Untuk bayi yang diberi ASI:
  • Umur 6-8 bulan: 2 kali per hari atau Bible
  • Umur 9-23 bulan: 3 kali per hari atau lebih
Untuk bayi yang tidak diberi ASI:
  • 6-23 bulan: 4 kali per hari atau lebih
Bukan hanya itu saja. Ketersediaan pangan di masing-masing keluarga turut berperan dalam mengatasi stunting. Misalnya dengan meningkatkan kualitas makanan harian yang dikonsumsi.

Hj. Budi Astuti S.Tr.Keb.SIP Ketua IBI Cabang Gunungkidul  yang juga Pimpinan Klinik Pratama Rawat Inap Mitra Husada Nglipar, Gunungkidul menjelaskan bahwa berharap  kedepan setelah acara ini selesai semua pihak terkait mampu dan berusaha menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), serta mendukung penuh program program pemerintah.


"Kedepan masing masing bisa meningkatkan kwalitas pelayanan PMB (Praktek Mandiri Bidan) secara lebih profesional."pungkas Hj. Budi Astuti S.Tr.Keb.SIP.(Hari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here