KPPN Wonosari Gelar Pelatihan AKSIS, Dorong Tata Kelola Keuangan SPPG Lebih Transparan


WONOSARI, (Wartahandayani.com) – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A2 Wonosari menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi AKSIS bagi pengelola keuangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Gunungkidul, 7–8 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula KPPN Wonosari tersebut dibuka Kepala KPPN Wonosari, Ana Sariasih. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital tata kelola keuangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Aplikasi AKSIS dirancang untuk mengintegrasikan pencatatan transaksi, pengelolaan anggaran, pengendalian persediaan, penyusunan laporan keuangan hingga pemantauan realisasi anggaran secara real time.

Dengan penerapan AKSIS, proses pelaporan yang sebelumnya masih menggunakan spreadsheet diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, transparan, dan akuntabel.

Akuntan SPPG mengikuti kegiatan secara luring, sedangkan Kepala SPPG dan Ahli Gizi mengikuti sosialisasi secara daring. Peserta mendapat materi mulai dari pengenalan ekosistem AKSIS, pencatatan transaksi, pengelolaan persediaan, penyusunan laporan harian dan bulanan, verifikasi serta persetujuan transaksi, hingga praktik langsung penggunaan aplikasi.

Ana Sariasih menegaskan, keberhasilan penerapan AKSIS tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mengelola keuangan SPPG.

“AKSIS bukan sekadar aplikasi pelaporan, melainkan instrumen penting untuk mewujudkan pengelolaan dana Program Makan Bergizi Gratis yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Dengan data yang tersaji secara real time, pengawasan dan pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujar Ana.

Selain mendorong digitalisasi, Ana juga mengenalkan peran KPPN Wonosari serta intervensi APBN di Kabupaten Gunungkidul yang nilainya mencapai lebih dari Rp5,5 triliun.

Ia mengajak seluruh peserta dan pemangku kepentingan menjaga integritas serta menerapkan nilai-nilai antikorupsi dan menolak gratifikasi. KPPN Wonosari juga terus mendorong pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan tanpa pungutan biaya dan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas. Kami mengimbau seluruh mitra kerja dan stakeholder untuk tidak memberikan gratifikasi dalam bentuk apa pun kepada pegawai KPPN Wonosari,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, KPPN Wonosari akan membuka kanal konsultasi dan pendampingan bagi SPPG di Gunungkidul. Langkah tersebut diharapkan memastikan penerapan AKSIS berjalan optimal dan berkelanjutan.

Implementasi AKSIS diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana negara sekaligus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Posting Komentar

0 Komentar