Festival Pedalangan Anak dan Remaja Gunungkidul Digelar, Bupati Dorong Lahirnya Dalang Muda Berprestasi


Wonosari, (Wartahandayani.com)_Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya menjaga kelestarian seni budaya tradisional dengan mendorong regenerasi pelaku seni pedalangan. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui Festival Pedalangan Anak dan Remaja Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026 yang resmi dibuka oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Senin (19/10/2026) siang.

Festival yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul ini berlangsung selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan bakat, mengasah kemampuan, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni pedalangan yang menjadi bagian penting dari warisan budaya bangsa.

Melalui festival ini, pemerintah daerah berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni dunia pedalangan, sehingga keberlangsungan kesenian tradisional tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Agung Danarto, mengatakan bahwa festival tersebut diharapkan mampu melahirkan dalang-dalang muda berkualitas yang nantinya dapat berprestasi dan membawa nama Gunungkidul ke tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, Gunungkidul memiliki rekam jejak prestasi yang patut dibanggakan dalam bidang pedalangan. Pada 2017, Gunungkidul pernah meraih juara umum dalam ajang pedalangan internasional. Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan mereka.

Agung menegaskan, pengembangan seni pedalangan tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan sesaat. Diperlukan pembinaan secara berkelanjutan agar anak-anak dan remaja memiliki kesempatan untuk mengenal, mendalami, serta mengembangkan potensimereka dalam seni pewayangan.

Dengan demikian, seni pedalangan tidak hanya bertahan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga mampu berkembang dan mendapat tempat di hati generasi muda.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dalam sambutannya menegaskan bahwa seni pewayangan merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan bersama.

Ia menyampaikan bahwa wayang kulit dan wayang golek merupakan seni budaya Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan internasional. 

Keberadaan wayang bukan sekadar menghadirkan pertunjukan yang menghibur, melainkan juga menyimpan nilai-nilai luhur, pendidikan karakter, serta pesan moral yang relevan dalam kehidupan masyarakat.

Namun demikian, Bupati menilai kecintaan generasi muda terhadap seni tradisional masih perlu terus diperkuat. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya pengaruh budaya global, sebagian anak muda cenderung lebih tertarik pada seni dan budaya luar negeri. Sementara itu, kesenian tradisional terkadang dianggap kurang menarik atau tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama. Jangan sampai generasi penerus justru semakin jauh dari kebudayaan sendiri, padahal warisan leluhur memiliki nilai dan identitas yang penting bagi bangsa Indonesia.

“Seni pedalangan bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan. Di dalam setiap kisah pewayangan terkandung berbagai nasihat luhur mengenai budi pekerti, keutamaan, dan kebaikan,” ujar Endah.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam cerita pewayangan dapat menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda. Pesan tentang kejujuran, tanggung jawab, keberanian, kebijaksanaan, serta perjuangan membela kebenaran menjadi bagian dari nilai luhur yang dapat dipelajari melalui seni pedalangan.

Oleh karena itu, pelestarian wayang perlu dilakukan dengan melibatkan generasi muda secara aktif, bukan hanya dengan memperkenalkan pertunjukannya, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk belajar dan mengembangkan keterampilan.

Bupati juga berpesan kepada seluruh peserta festival agar tidak memandang seni pedalangan sebatas keterampilan memainkan wayang dan menyampaikan cerita. Lebih dari itu, menjadi seorang dalang berarti turut memikul tanggung jawab dalam menjaga identitas budaya bangsa serta meneruskan nilai-nilai luhur kepada masyarakat.

Posting Komentar

0 Komentar