Kapolres Gunungkidul Pimpin Pergeseran Pasukan Pengamanan Pilur, Tekankan Netralitas dan Koordinasi


Wonosari, (Wartahandayani.com)_Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, memimpin apel pergeseran pasukan pengamanan Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Gunungkidul, Kamis (24/9/2026) pagi.

Apel yang berlangsung di halaman Mapolres Gunungkidul tersebut diikuti Pejabat Utama (PJU), para perwira, Kapolsek jajaran, serta personel yang akan terlibat langsung dalam pengamanan tahapan Pilur di wilayah masing-masing. Informasi mengenai kegiatan tersebut juga dipublikasikan oleh Humas Polres Gunungkidul. 

Dalam arahannya, AKBP Damus Asa menegaskan bahwa Pilur merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat kalurahan. Karena itu, personel Polri yang ditugaskan memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh tahapan berlangsung aman, tertib, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kehadiran kita dalam melaksanakan giat pengamanan pemilihan lurah harus membawa dampak bagi masyarakat dengan memberikan rasa aman, nyaman, dan damai,” tegas Damus Asa.

Kapolres meminta seluruh personel memahami karakteristik serta potensi kerawanan di wilayah penugasan masing-masing. Pemetaan kerawanan tersebut dinilai penting agar setiap anggota dapat mengambil langkah yang tepat apabila muncul dinamika selama pelaksanaan Pilur.

Salah satu penekanan utama dalam apel tersebut adalah netralitas anggota Polri. Kapolres menegaskan bahwa setiap personel wajib menjaga sikap dan tidak memihak kepada calon lurah maupun kelompok tertentu.

Netralitas tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses pengamanan Pilur. Personel diminta menjalankan tugas sesuai aturan dan tidak melakukan tindakan yang dapat ditafsirkan sebagai dukungan terhadap salah satu peserta pemilihan.

Selain netralitas, koordinasi lintas sektor juga menjadi perhatian Kapolres. Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah personel yang diterjunkan, tetapi juga oleh kesiapan personel serta soliditas koordinasi di lapangan.

Personel yang bertugas diminta aktif menjalin komunikasi dengan panitia pemilihan, pemerintah kalurahan, serta para pemangku kepentingan terkait.

Setiap perkembangan situasi maupun laporan yang muncul di lapangan harus disampaikan secara berjenjang dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan pola komunikasi tersebut, potensi persoalan diharapkan dapat segera diketahui dan ditangani sesuai kewenangan.

Arahan mengenai pentingnya koordinasi tersebut sejalan dengan penekanan Kapolres dalam sejumlah kegiatan sebelumnya yang menempatkan sinergi internal dan eksternal sebagai bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian di Gunungkidul. 

Damus Asa juga mengingatkan personel agar tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas pengamanan secara prosedural. Kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman selama seluruh tahapan Pilur berlangsung.

Posting Komentar

0 Komentar