Sebanyak 20 ribu ekor ayam pedaging berusia sekitar satu minggu ikut terbakar dalam kejadian tersebut.
Kepala UPT Damkar Kabupaten Gunungkidul, Handoko, mengatakan, bangunan kandang terdiri dari dua lantai dengan ukuran sekitar 8 meter x 75 meter.
"Saat kejadian, tiga anak buah kandang sedang beristirahat di gudang pakan lantai satu,” kata Handoko.
Menurutnya, ketiga pekerja tersebut kemudian mendengar suara seperti benda jatuh menimpa atap galvalum. Mereka lantas melakukan pengecekan ke bagian kandang.
Namun, saat dilakukan pemeriksaan, api sudah terlihat berkobar cukup besar di bagian tengah kandang lantai dua.
Api dengan cepat membesar dan kemudian merambat ke seluruh bagian bangunan. Kobaran api akhirnya menghanguskan seluruh bangunan kandang beserta berbagai fasilitas dan isinya.
Kandang tersebut diketahui milik Mia, warga Piyungan. Di dalam bangunan terdapat sekitar 20.000 ekor ayam pedaging yang baru berusia satu minggu. Selain ayam, terdapat pula stok pakan ternak serta berbagai peralatan dan fasilitas penunjang peternakan.
“Api membakar seluruh area lantai satu dan lantai dua. Struktur bangunan, ayam, pakan ternak serta peralatan yang ada di dalam kandang mengalami kerusakan dan terbakar,” jelas Handoko.
Petugas gabungan kemudian melakukan assessment di lokasi sekaligus melakukan proses pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Tiga orang pengelola kandang yang berada di lokasi berhasil menyelamatkan diri.
Adapun kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. Kerugian meliputi bangunan kandang, 20.000 ekor ayam, stok pakan serta sejumlah peralatan dan fasilitas peternakan.


0 Komentar