Ketua Panitia Sedekah Laut, Agus Sujoko, mengatakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut memiliki makna spiritual yang mendalam. Menurutnya, Sedekah Laut bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa agar para nelayan senantiasa memperoleh perlindungan saat melaut.
"Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur atas keselamatan, kesehatan, dan rezeki yang diberikan kepada para nelayan," ujarnya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa Sedekah Laut merupakan pengejawantahan filosofi Jawa Memayu Hayuning Bawono, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta.
Menurutnya, tradisi tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia memiliki jati diri budaya yang kuat dan patut terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman.
"Budaya ini menegaskan bahwa kita adalah bangsa yang memiliki jati diri yang kuat," kata Endah.
Pelaksanaan Sedekah Laut tahun ini diawali dengan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat. Di antaranya Turnamen Bola Voli Sadeng Cup III sebagai ajang mempererat persaudaraan warga, Pengajian Akbar untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta Lomba Penjor dan Panggung Seni yang menampilkan beragam kesenian dan budaya lokal.
Puncak acara berlangsung pada Selasa (7/7/2026) melalui Kirab Budaya yang dilanjutkan pertunjukan tari Tayub serta prosesi Larung Sesaji ke tengah Samudra Hindia. Tradisi tersebut menjadi simbol penyerahan rasa syukur sekaligus doa agar hasil tangkapan nelayan semakin melimpah dan mereka selalu diberi keselamatan saat mencari nafkah di laut. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pagelaran Ringgit Wacucal atau wayang kulit pada malam harinya.
Agus Sujoko mengungkapkan, penyelenggaraan Sedekah Laut tahun ini menghabiskan anggaran sekitar Rp276 juta. Dana tersebut berasal dari iuran nelayan, sumbangan para pengusaha dan pedagang, sponsor, serta dukungan Dana Keistimewaan DIY.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Heri Sulistiyo Hermawan, menyatakan Pemerintah Daerah DIY terus berkomitmen mendukung pengembangan kawasan Pelabuhan Sadeng. Salah satu program yang sedang dilaksanakan adalah pengerukan dan pendalaman alur pelabuhan guna memperlancar aktivitas kapal nelayan sehingga operasional perikanan dapat berjalan lebih optimal.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga akan terus memperkuat pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan kapasitas kelembagaan nelayan agar sektor perikanan di kawasan pesisir selatan semakin berkembang.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Endah juga menyampaikan harapan agar seluruh nelayan, khususnya Kelompok Nelayan Mino Rejo, selalu diberikan keselamatan dalam menjalankan aktivitas di tengah laut.
"Semoga dengan upacara Petik Laut ini, Gusti Yang Maha Agung senantiasa memberikan perlindungan, menjaga keselamatan para nelayan saat di laut, serta memberikan hasil panen ikan yang melimpah," tuturnya.
Prosesi Sedekah Laut ditutup dengan pelarungan sesaji ke tengah laut yang diikuti jajaran pejabat daerah bersama para nelayan. Tradisi yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir Sadeng itu diharapkan terus lestari sebagai warisan budaya sekaligus pengingat pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

0 Komentar