Kepala UPT Damkar Kabupaten Gunungkidul, Handoko menjelaskan, kebakaran terjadi di dapur rumah milik Wagiyono (77). Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, api diduga berasal dari tungku kayu yang masih menyala saat digunakan untuk memasak air.
"Peristiwa bermula ketika istri korban, Ibu Sugiyanti, memasak air menggunakan tungku kayu di dapur. Setelah itu beliau meninggalkan dapur untuk melaksanakan salat Dhuha. Diduga api dari tungku kemudian merambat ke dinding dapur yang terbuat dari kayu hingga membakar bagian atap bangunan," ujar Handoko.
Warga yang mengetahui adanya kobaran api segera melakukan pemadaman secara mandiri sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tim Damkar Gunungkidul yang tiba di lokasi bersama unsur terkait kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan hingga api berhasil dipastikan padam.
Akibat kejadian tersebut, bangunan dapur mengalami kerusakan sekitar 80 persen. Dinding kayu, atap dapur, serta sejumlah peralatan dapur yang berada di area kebakaran ikut terdampak. Meski demikian, rumah utama berhasil diselamatkan karena api dapat segera dilokalisasi.
"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Kerugian materi diperkirakan sekitar Rp1,5 juta," kata Handoko.

0 Komentar