Lurah Sodo, Sunaryo, menyampaikan bahwa prosesi arak-arakan gunungan tahun ini dipercayakan kepada warga Padukuhan Selorejo. Dalam pelaksanaannya, warga berjalan kaki sambil membawa gunungan hasil bumi lengkap dengan lauk-pauk dari Lapangan Sodo menuju Balai Kalurahan Sodo yang berjarak sekitar 100 meter. Sepanjang perjalanan, rombongan dikawal oleh bergada.
Sesampainya di lokasi, gunungan kemudian diserahkan secara simbolis dan dilanjutkan dengan kenduri bersama yang diikuti oleh pamong kalurahan serta masyarakat setempat.
Menurut Sunaryo, tradisi kirab dalam skala besar tidak digelar setiap tahun, melainkan dua tahunan. Terakhir, kirab besar tersebut dilaksanakan pada 2025 lalu.
“Kirab besar-besaran memang dilaksanakan setiap dua tahun sekali, dan terakhir dilakukan pada tahun 2025,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa meskipun penyelenggaraan tahun ini tidak semeriah sebelumnya, esensi dan nilai sakral dalam tradisi babat dalan tetap terjaga.
Adapun rangkaian kegiatan masih akan berlanjut pada Sabtu (4/4/2026) melalui pagelaran tari yang melibatkan anak-anak dan remaja. Kemudian, pada Senin (6/4/2026), masyarakat di masing-masing padukuhan akan menggelar rasulan.
Sebagai penutup, rangkaian babat dalan akan dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit yang digelar di Balai Kalurahan Sodo.

0 Komentar