Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat mobil yang dikemudikan Rico Manurung (31), warga Jangga Toruan, Lumban Julu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, melaju dari arah Saptosari menuju Paliyan.
“Pengemudi diduga dalam kondisi mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi, kendaraan melebar ke kanan dan masuk jalur berlawanan,” ungkapnya.
Rico diketahui berprofesi sebagai wiraswasta dan mengemudikan kendaraan dengan SIM B2 Umum. Polisi menyebut tidak ada indikasi faktor lain selain kelalaian akibat kelelahan saat berkendara.
“Pada saat bersamaan, dari arah utara melaju beberapa sepeda motor dan ada pejalan kaki di lokasi. Karena jarak terlalu dekat, tabrakan beruntun tidak bisa dihindari,” lanjutnya.
Akibat kejadian tersebut, delapan orang mengalami luka-luka. Kanit Gakkum memaparkan, Sarwono (46), pengendara Suzuki Shogun, mengalami luka sobek di kaki kanan dan memar di perut. Adi Sentono (68), pejalan kaki, mengalami rahang retak serta luka sobek di perut dan tangan.
Kemudian Yuli Kurniawan (31), pengendara Yamaha RX King, mengalami patah kaki kanan, sementara pemboncengnya Eman Bagas Saputra (24) mengalami patah pada bagian pelipis. Pengendara Yamaha Jupiter, Minal Arifin (33), mengalami luka lecet pada tangan dan kaki, dan pemboncengnya Muhammad Riki Fatoni (23) mengalami lecet di kaki kiri.
Selanjutnya, Subur Makno (41), pengendara Suzuki Satria, mengalami luka lecet pada tangan dan kepala, sedangkan pemboncengnya Jaswanto (37) mengalami lecet pada kaki serta memar.
“Seluruh korban dalam kondisi sadar saat mendapatkan penanganan medis,” tegas Ipda Nur Ikhwan.
Ia juga menambahkan, hasil pendataan di lapangan menunjukkan sebagian besar pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm dan tidak dapat menunjukkan SIM.
Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan Satlantas Polres Gunungkidul. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri berkendara saat lelah serta selalu mematuhi aturan keselamatan di jalan.


0 Komentar