Kapolsek Tepus, AKP Suryanto, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Kandang dan tandon pakan yang terbakar diketahui milik Karjo (56), seorang petani setempat.
Kebakaran diduga dipicu dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan pemilik kandang pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB di dekat lokasi kejadian. Setelah itu, api ditinggalkan dalam kondisi masih menyala.
Sekitar pukul 11.30 WIB, seorang saksi bernama Tukijo (63), yang melintas di sekitar lokasi, melihat kepulan asap dari arah kandang. Setelah dicek, tandon pakan berupa jerami telah terbakar.
“Saksi kemudian memanggil pemilik kandang dan warga sekitar untuk bersama-sama memadamkan api,” jelas AKP Suryanto.
Api akhirnya berhasil dipadamkan secara gotong royong oleh warga, sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Akibat kejadian tersebut, kandang dan tandon pakan mengalami kerusakan dengan total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp3 juta.
Polisi menduga kebakaran terjadi akibat bara api dari pembakaran sampah yang tertiup angin hingga menyambar jerami di tandon pakan.
Kapolsek mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah, terutama di dekat area yang mudah terbakar seperti kandang dan tumpukan pakan ternak.
“Kami mengingatkan warga untuk memastikan api benar-benar padam agar tidak menimbulkan kebakaran,” pungkasnya.


0 Komentar