Kapolsek Semanu AKP Pudjijono menjelaskan, kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 09.00 WIB oleh saksi Karmanto. Sebelumnya, sekitar pukul 08.00 WIB korban sempat berpamitan hendak berangkat kerja ke Jogja.
“Namun satu jam kemudian saksi melihat sepeda motor korban masih berada di rumah. Saat hendak ke sawah melalui belakang rumah, saksi melihat korban berada di atas kandang dan dikira sedang bermain ponsel,” jelas AKP Pudjijono.
Karena merasa janggal, saksi kemudian mengajak saksi lain untuk memastikan kondisi korban. Saat didekati, korban ternyata sudah dalam kondisi tergantung dan tidak bernyawa.
“Mengetahui hal tersebut, saksi segera melaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan Polsek Semanu. Anggota kami langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP,” lanjutnya.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, korban diduga mengakhiri hidup menggunakan kaos warna pink yang diikatkan di kandang. Dugaan sementara, tindakan tersebut dipicu oleh persoalan ekonomi.
“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya bekas jeratan pada leher. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Diperkirakan korban meninggal dunia sekitar satu jam sebelum ditemukan,” terang Kapolsek.
AKP Pudjijono juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama terkait kesehatan mental dan beban ekonomi warga.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, apabila ada anggota keluarga atau tetangga yang mengalami tekanan hidup, segera diajak komunikasi dan dicarikan solusi bersama. Jangan sampai mengambil keputusan yang fatal,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam memberikan dukungan moral agar kejadian serupa tidak kembali terulang di wilayah Gunungkidul.


0 Komentar