Alarm Serius di Gunungkidul: 7 Kasus Gantung Diri dalam 3 Bulan, Dua Terjadi Dalam Sehari


Gunungkidul,(Wartahadayani.com)--Fenomena kasus orang meninggal dunia akibat gantung diri di Kabupaten Gunungkidul kian mengkhawatirkan. Dalam rentang tiga bulan terakhir hingga akhir Maret 2026, sedikitnya tujuh kasus tercatat terjadi di berbagai wilayah.

Kondisi ini semakin memicu perhatian setelah dalam satu hari, dua kejadian serupa terjadi di lokasi berbeda, yakni di Kapanewon Wonosari dan Kapanewon Nglipar. Rangkaian peristiwa tersebut menjadi sinyal kuat perlunya langkah serius dalam pencegahan.

Kapolres Gunungkidul, Damus Asa, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa hanya ditangani aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga sebagai lingkungan terdekat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Keluarga harus menjadi garda terdepan dalam memberikan dukungan emosional,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dalam keluarga guna mengenali perubahan perilaku yang mengarah pada kondisi psikologis tertentu.

“Perubahan sikap, menarik diri, atau tekanan mental harus segera direspons. Jangan diabaikan. Segera cari bantuan jika diperlukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolres mengingatkan bahwa mengakhiri hidup bukanlah jalan keluar dari persoalan.

“Setiap masalah pasti ada solusi. Jangan dihadapi sendiri. Libatkan keluarga, lingkungan, atau pihak yang bisa membantu,” imbuhnya.

Pihak kepolisian juga mendorong masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan seseorang.

Dengan meningkatnya kepedulian sosial dan peran aktif masyarakat, diharapkan kasus serupa dapat ditekan serta tercipta lingkungan yang lebih aman, peduli, dan saling menjaga.

Posting Komentar

0 Komentar