Sempat Terbebani Utang, Pengusaha KJP Transport Ini Kini Aktif Bantu Warga Gunungkidul


Wonosari,(Wartahandayani.com)– Perjalanan hidup Sumanta, pengusaha rental mobil KJP Transport asal Kabupaten Gunungkidul, menjadi gambaran bahwa keterpurukan bukan akhir dari segalanya. Pernah menghadapi persoalan ekonomi hingga terbebani utang berbunga atau riba, Sumanta perlahan bangkit dengan kerja keras dan ketekunan. Berbagai kewajiban diselesaikannya satu per satu hingga mampu kembali menata kehidupan dan mengembangkan usahanya.

Pengalaman melewati masa sulit tersebut membuat Sumanta memiliki pandangan tersendiri tentang arti rezeki dan kesuksesan. Kini, selain menjalankan usaha rental mobil, warga Grogol 4, Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, itu aktif dalam kegiatan sosial sebagai Ketua DPC Garda Mawar.

“Saya pernah merasakan berada dalam kondisi sulit. Karena itu, ketika sekarang diberikan kemampuan lebih, saya ingin rezeki yang saya dapatkan juga bisa dirasakan manfaatnya oleh orang lain. Jangan sampai ketika kita sudah berkecukupan, justru lupa kepada mereka yang masih membutuhkan,” ujar Sumanta.

Melalui Garda Mawar, ia bersama anggota rutin menggelar berbagai kegiatan sosial, seperti Jumat Berkah, santunan anak yatim, bantuan bagi warga kurang mampu, hingga berbagi kepada masyarakat dan pengamen di jalan. Sumanta juga turut menyediakan ambulans gratis bagi masyarakat Gunungkidul untuk keperluan sosial dan kemanusiaan.

“Bagi saya, berbagi tidak harus menunggu kaya. Tidak harus memberikan sesuatu dalam jumlah besar. Selama kita punya kemampuan, bantulah semampunya. Mungkin bagi kita nilainya kecil, tetapi bagi orang yang membutuhkan bisa sangat berarti,” katanya.

Sumanta menegaskan, kegiatan tersebut merupakan gerakan bersama Garda Mawar, bukan semata-mata kegiatan pribadi. Komunitas yang menjadi wadah kebersamaan warga dan pecinta motor itu terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung dan terlibat dalam kegiatan sosial. Bahkan, untuk menjadi anggota tidak harus memiliki sepeda motor.

“Kami ingin Garda Mawar menjadi wadah bagi siapa saja yang mempunyai kepedulian. Tidak punya motor pun tetap bisa bergabung. Yang terpenting memiliki niat baik dan kemauan untuk membantu sesama. Kami ingin komunitas ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan,” jelasnya.

Di tengah aktivitas usaha dan sosial, Sumanta mengaku tetap berupaya menjaga ibadah. Ia telah beberapa kali menunaikan ibadah umrah dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pengingat untuk terus memperbaiki diri. Ketika ditanya mengenai prinsip hidup yang dipegangnya, ia memberikan pesan singkat. “Jangan tinggalkan shalat, perbanyak sedekah. Bagi saya, usaha dan kerja keras memang penting, tetapi jangan sampai membuat kita lupa kepada Tuhan. Rezeki yang kita peroleh juga harus membawa kebaikan bagi orang lain,” ungkapnya.

Kini, melalui KJP Transport dan kegiatan sosial bersama Garda Mawar, Sumanta ingin terus mengambil bagian dalam membantu masyarakat. Pengalaman pernah berada dalam kesulitan membuatnya memahami bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup berbeda. Ia berharap semakin banyak masyarakat tergerak untuk saling peduli dan membantu tanpa harus menunggu memiliki kelebihan.

“Saya tidak ingin kesuksesan hanya diukur dari banyaknya harta atau besarnya usaha. Kalau kita bisa membantu orang lain, meringankan beban mereka, dan memberikan manfaat bagi lingkungan, itu juga bagian dari keberhasilan. Selagi masih diberikan rezeki dan kemampuan, saya ingin terus berbagi,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar