Wonosari, (Wartahandayani.com)-Suasana semarak menyelimuti Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (8/8/2026) siang. Ribuan warga tumpah ke jalan mengikuti tradisi Rasulan atau Bersih Desa yang rutin digelar setiap tahun sebagai wujud syukur atas limpahan rezeki dan karunia Tuhan Yang Maha Esa.

Rangkaian Rasulan Kepek tahun ini semakin meriah dengan digelarnya pawai bergodo yang melibatkan perwakilan dari 10 padukuhan. Masing-masing padukuhan menampilkan kekhasan dan kreativitas warga dalam kirab budaya yang mengambil rute sekitar satu kilometer dan berakhir di Balai Kalurahan Kepek.

Sepuluh padukuhan yang ambil bagian dalam kirab tersebut yakni Bansari, Jeruk, Kepek I, Kepek II, Kranon, Ledoksari, Sumbermulyo, Tegalmulyo, Trimulyo I, dan Trimulyo II.

Sesampainya di Balai Kalurahan Kepek, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kenduri Rasulan. Tradisi tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk memanjatkan doa sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Kemeriahan Rasulan Kepek turut dihadiri Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bersama jajaran Forkopimda. Kehadiran pimpinan daerah tersebut disambut antusias masyarakat yang memadati kawasan Balai Kalurahan.

Lurah Kepek, Bambang Setyawan, mengatakan Rasulan bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan menjalin silaturahmi.

Menurutnya, meski tahun ini Pemerintah Kalurahan Kepek sempat merencanakan kegiatan kirab budaya secara sederhana, antusiasme masyarakat justru membuat acara berlangsung jauh lebih meriah.

"Saya sangat bangga dengan warga Kepek. Meskipun saya bilang ini akan berlangsung sederhana, namun kegiatan malah menjadi sangat ramai. Kalau secara sederhana pun bisa menjadi seramai ini, apalagi jika dilaksanakan secara besar-besaran?" ujar Bambang.

Ia berharap semangat masyarakat dalam menjaga tradisi Rasulan terus dipertahankan dari generasi ke generasi. Menurutnya, kekompakan warga merupakan modal penting dalam membangun Kalurahan Kepek agar semakin maju.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam memeriahkan tradisi Rasulan Kepek.

Menurut Endah, semangat warga yang hadir dan terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa tradisi budaya masih memiliki tempat yang kuat di tengah kehidupan masyarakat.

"Rasulan ini bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga wujud rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yang paling penting adalah bagaimana tradisi ini mampu memperkuat gotong royong, kerukunan, dan kebersamaan masyarakat," ujar Endah.

Bupati juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Rasulan sebagai energi positif untuk terus membangun Kalurahan Kepek. Menurutnya, pembangunan tidak hanya membutuhkan program pemerintah, tetapi juga kekompakan dan partisipasi seluruh masyarakat.

Endah berharap kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan Rasulan dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun perekonomian, menjaga lingkungan, meningkatkan pelayanan masyarakat, serta mendukung program pembangunan pemerintah.

"Semoga seluruh warga Kepek selalu diberikan kesehatan, rezeki yang melimpah, kerukunan, dan kehidupan yang semakin sejahtera. Pemerintah Kalurahan bersama masyarakat harus terus bergandengan tangan agar Kepek semakin maju, mandiri, makmur, dan sejahtera," pesannya.

Kemeriahan kemudian mencapai puncaknya dalam prosesi rebut gunungan. Sebanyak 10 gunungan yang berisi aneka hasil bumi disiapkan untuk diperebutkan masyarakat.

Ratusan warga dari berbagai usia langsung berdesakan ketika prosesi dimulai. Tidak hanya laki-laki, perempuan, anak muda hingga warga lanjut usia turut berebut mendapatkan hasil bumi yang dipercaya membawa keberkahan.

Suasana semakin riuh ketika sejumlah warga bahkan rela memanjat gunungan demi memperoleh buah-buahan dan sayuran yang tersusun di dalamnya.

Dalam waktu singkat, seluruh isi gunungan ludes direbut warga. Bagi masyarakat, hasil bumi yang diperoleh bukan sekadar makanan, tetapi menjadi simbol berkah sekaligus pengingat agar selalu bersyukur atas rezeki yang diberikan Tuhan.

Kemeriahan belum berhenti. Setelah prosesi rebut gunungan selesai, Bupati Endah bersama Lurah Kepek Bambang Setyawan turut melemparkan udik-udik kepada masyarakat.